Tampilkan postingan dengan label Trik Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trik Matematika. Tampilkan semua postingan

Mana yang betul "nol" atau "kosong"?

"0"
Dalam kehiduopan sehari-hari kita sering mengucapkan kata "nol" dan kata "kosong" untuk mengucapkan bilangan 0 (zero). Ketika mengucapkan nomor telephone maupun nomor Handphone seseorang kita pasti menggunakan ke-2 kata di atas.
Manakah yang benar, "nol" atau "kosong"?
Dalam Matematika angka 0 dibaca "nol", sedangkan "kosong" adalah sebuah himpunan yang tidak memiliki anggota. Sehingga ketika kita mengucapkan angka 0 yang paling tepat adalah "nol", bukan "kosong".
Read More...

Cara mudah perkalian bilangan antara 10 - 20

Sudah banyak sekali beredar teknik perkalian dengan cepat dan akurat.
kali ini Kang Mansyur akan memberi teknik perkalian dengan cepat dan akurat untuk bilangan antara 10 - 20. Langsung saja teman-teman kita menuju TKP.
contoh :



gimana teman, mudahkan
cobalah teman-teman coba sendiri dengan soal yang lain.
mathematic is easy.....he..he....
Read More...

Mencari pangkat 2 dari suatu bilangan (berlaku untuk semua)

Halo teman, ketemu lagi dengan Kang Mansyur.
Kali ini Kang Mansyur akan memberikan trik berhitung dengan cepat yaitu mencari hasil pangkat dua dari suatu bilangan.
contoh :
1. 12 pangkat 2 = ....
jawab :
1 x 1 = 01
1 x 2 x 2 = 04
2 x 2 = 04
sehingga 014 4
jadi, 12 pangkat 2 = 144
2. 23 pangkat 2 = ....
jawab :
2 x 2 = 04
2 x 3 x 2 = 12
3 x 3 = 09
sehingga 05 29
jadi, 23 pangkat 2 = 529

mudah kan teman-teman......
sekarang cobalah teman-teman berlatih sendiri
semoga bermanfaat
Read More...

Mencari pangkat 2 dari suatu bilangan yang berakhiran 5

Salam matematika.....
jumpa lagi dengan kang mansyur. kali ini kang mansyur akan mengajarkan cara cepat menghitung pangkat 2 dari suatu bilangan yang berakhiran angka 5, seperti 15, 25, 35, 45, 55, 65, 75, 85, 95, dan seterusnya.
langsung saja teman-teman..
contoh :
15 x 15 = ....
jawab :
1. langkah pertama perhatikan angka disebelah kiri 5 yaitu 1
2. angka setelah 1 yaitu 2, sehingga 1 x 2 = 2
3. kemudian 5 x 5 = 25, sehingga
4. 15 x 15 = 225
35 x 35 = ....
jawab :
1. langkah pertama perhatikan angka disebelah kiri 5 yaitu 3
2. angka setelah 3 yaitu 4, sehingga 3 x 4 = 12
3. kemudian 5 x 5 = 25, sehingga
4. 35 x 35 = 1225,

Gimana mudahkan teman-teman ..... ?
coba teman-teman cari hasil berikut ini :
1. 25 x 25 = ....
2. 65 x 65 = ....
105 x 105 = ....
Read More...

Trik perkalian cepat

Bagi guru maupun orang tua yang ingin mengajarkan kepada anak didiknya teknik perkalian cepat.
berikut ini adalah salah satu contoh perkalian cepat.
contoh :
1. 25 x 11 = ....
jawab :
25 direnggangkan terlebih dahulu, sehingga menjadi 2 5
kemudian angka diantara 2 dan 5 diisi hasil penjumlahan dari 2 + 5 = 7.
jadi, 25 x 11 = 275
2. 76 x 11 = ....
jawab :
76 direnggangkan terlebih dahulu, sehingga menjadi 7 6
kemudian angka diantara 7 dan 6 diisi hasil penjumlahan dari 7 + 6 = 13.
karena hasil penjumlahannya lebih dari 10 maka :
13
7 6 +
936
jadi, 76 x 11 = 936
Read More...

Rahasia Rumus-rumus “Cepat” Matematika

Dulu, ketika saya masih baru menjadi mahasiswa baru tingkat pertama, saya berkenalan dengan salah seorang mahasiswa baru lainnya yang di kemudian hari menjadi teman baik saya. Ketika awal perkenalan, kami pun ngobrol kesana-kemari. Tanya sana-tanya sini. Jawab sana, jawab sini. Hingga ia pun akhirnya bercerita bahwaa nilai tes Matematika Dasar-nya, yaitu salah satu mata pelajaran yang diujikan di UMPTN*, adalah 100 alias benar semua.

Mendengar ceritanya tersebut, saya pun terkagum-kagum dibuatnya. Dalam pikiran saya, saya berkesimpulan “Wah ia pasti orang yang sangat pandai”. Rasa kagum saya mendorong rasa ingin tahu saya tentang pengetahuannya dalam matematika. Akhirnya, dalam masa awal perkenalan itu, saya ajak ia ngobrol tentang matematika yang sudah pernah kami pelajari ketika semasa SD sampai SMA dulu.

Dari obrolan tersebut, saya jadi tahu, ternyata ia benar-benar luas pengetahuan tentang matematika yang sudah dipelajarinya. Hingga akhirnya, mungkin untuk menunjukkan kepiawaiannya, ia mengajak saya adu cepat mengerjakan soal matematika.

Mendapat tantangan itu, sebenernya saya ngeper juga. Karena saya merasa tak sepandai dirinya. Namun, karena ini namanya juga bukan lomba dan bukan apa-apa, saya sih mau saja waktu itu. Soal-soal pun dipilih secara acak dari buku kumpulan soal-soal latihan tes UMPTN* dan EBTANAS** beberapa tahun sebelumnya yang masih rajin ia bawa ke mana-mana. Kemudian, adu cepat menyelesaikan soal matematika pun dimulai.

Bagaimana hasilnya? Siapa yang tercepat?

Ternyata benar, dalam beberapa menit saja, teman saya itu berhasil menyelesaikan semua soal yang sudah dipilih tadi (karena yang dipilih cuma 3 soal sih). Dan ia keluar sebagai yang tercepat, menjadi pemenang. Sedangkan saya, satu soal pun belum mampu saya selesaikan. Waktu itu, saya terlalu berkutat dengan soal nomor pertama yang lumayan sukar untuk ukuran saya waktu itu. Walau sudah dengan segenap kemampuan saya berusaha menyelesaikannya, tapi ternyata, sampai waktu habis belum ketemu juga. Saya pun mengakui kelebihan dan kehebatannya.

Dengan sedikit malu-malu, saya bertanya padanya tentang soal yang belum bisa saya selesaikan tersebut. Sambil saya tanyakan pula kenapa ia begitu cepat bisa menyelesaikan soal-soal tersebut. Soal yang waktu itu belum bisa saya selesaikan adalah seperti berikut ini.

Soal: Bila a + 1/a = 5, maka nilai dari a3 + 1/a3 =…

Dengan cepat teman saya itu pun menyelesaikan soal tersebut seperti berikut ini:

a3 + 1/a3 = (a + 1/a)3 – 3a.1/a(a + 1/a) = 53 – 3(5) = 125 – 15 = 110.

Melihat cara penyelesaiannya, saya hanya bisa melongo waktu itu. “Cuma satu baris? Padahal saya mencoba menyelesaikannya berbaris-baris, dan belum ketemu juga”, itu yang ada di pikiran saya. Kemudian, saya pun bertanya ke teman saya itu, kenapa cara pengerjaannya seperti itu?

Dengan senang hati, ia pun menjelaskan ke saya. Ia katakan bahwa, soal semacam tersebut dapat dengan mudah diselesaikan dengan rumus “cepat” berikut ini.

a3 + b3 = (a + b)3 – 3ab(a + b) ………………………………..(1)

Dengan mengganti b dengan 1/a, katanya, maka soal tadi dapat diselesaikan dengan cepat seperti yang sudah dikerjakannya tadi.

Saya yang tak terbiasa menggunakan rumus “cepat” ketika di SMA dulu, penasaran ingin tahu alasan kenapa rumus “cepat” tersebut bisa dipakai. Tapi sayang, teman saya itu tak memberi tahu saya. Malahan ia menambah lagi rumus cepat yang sudah ia ketahuinya, yaitu:

a3 – b3 = (a – b)3 + 3ab(a – b)……………………………….(2)

Akhirnya, ngobrol-ngobrol pun beres. Ia bergegas pulang menuju kost-kost-annya. Saya pun begitu, pulang dengan rasa penasaran yang mengganjal.

Di kost-kost-an, dengan penuh rasa penasaran ingin tahu, saya pun mengutak-atik rumus “cepat” yang telah ia gunakan tersebut. Setelah beberapa waktu lamanya, akhirnya, terpecahkan juga rahasia rumus “cepat” yang dipakai teman saya tersebut. Saya berhasil menelusuri asal-muasal rumus “cepat” tersebut, berhasil menguak rahasianya. (Duh rasanya begitu senang sekali, tak bisa saya ekspresikan dengan kata-kata).

Hasil penelusuran saya tersebut, setelah saya rapikan, seperti berikut ini.

(a + b)3 = (a + b)2(a + b)

= (a2 + 2ab + b2)( a + b)

= a3 + a2b + 2a2b + 2ab2 + b2a + b3

= a3 + b3 + 3a2b + 3ab2

= a3 + b3 + 3ab (a + b)

Jadi, (a + b)3 = a3 + b3 + 3ab (a + b).

Sehingga, a3 + b3 = (a + b)3 – 3ab (a + b). Rumus “cepat” (1) dapat saya buktikan kebenarannya. Kemudian, dengan cara serupa, saya pun berhasil menelusuri asal-muasal rumus “cepat” (2).

Walaupun apa yang telah saya lakukan tersebut sederhana, tapi bagi ukuran saya waktu itu adalah sesuatu yang menggembirakan hati, menyenangkan pikiran, dan memuaskan dahaga keingin-tahuan saya.

Sejak saat itu, bila ada rumus-rumus “cepat” yang saya temui di buku-buku bimbingan tes, saya pun terpacu untuk menelusuri asal-muasalnya. Dengan cara seperti itu, saya seringkali berhasil memecahkan rahasia rumus-rumus “cepat” yang selama ini beredar luas di kalangan siswa yang mengikuti bimbingan test.

Baiklah, segitu dulu saja ceritanya ya…, lain kali insya Allah saya akan membahas baik-buruknya penggunaan rumus “cepat” (Ada satu cerita yang sangat menggelikan tentang hal ini. Mau tahu? Silakan tunggu di postingan mendatang…). Sampai di sini dulu ya…, mudah-mudahan bermanfaat.

Sebagai bahan latihan untuk Anda, cobalah telusuri asal-muasal rumus-rumus “cepat” berikut ini.

  1. Persamaan garis yang melalui titik (0, a) dan (b, 0) adalah ax + by = ab.
  2. Perhatikan gambar berikut. Panjang PQ dapat ditentukan dengan mudah, yaitu:

    PQ = (AP. DC + DP. AB)/(AD)

rumus-cepat.jpg

Catatan:

*UMPTN: Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (Saat ini namanya SPMB)

**EBTANAS: Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Saat ini namanya UAN)

Read More...

Mathematics is Easy

Mathematics is a branch of science Philosophy. Which is the mother of all sciences. Thus, the teaching of mathematics into one of the things that embed in the basic values of the basic science knowledge.
Learning mathematics is easy and fun, because behind that which we feel hard, mathematical miracle in the present calculation. There are a lot of fun in math calculation. Some of them can disimak in the description below ini.Yok, see together!

1. Multiplication with the number eleven. There is magic in multiplying a number with the number eleven. For example, we will multiply 63 to 11, then 63 x 11 is ....
6 3 x 11 = 6 (6 +3) 3 = 693

2431 x 11 =
2. . .4. . . 3. . . 1 = 2 (1 +4) (4 +3) (3 +1) 1
= 2 6 7 4 1



2. Pengkuadratan the end of the five. There is magic in mengkuadratkan end with a number five. You surely already know that 5 square = 5 × 5, so 5 = 25 square. How about the 25 square, 35 square, square, or 65? How ajaibnya is:
25 square = 2 x (2 +1) 25 = 6 ... 25

To mengkuadratkan 25, ambilah the first number, that is 2, and multiply the number itself that is, after adding 1, 3.
Write to the above results and save 25 behind him to get the correct results.

35 square x 3 = (3 +1) ... 25 = 12 25

To mengkuadratkan 35, ambilah the first number, 3, and multiply the number with itself, after adding 1, namely, 4.
Write to the above results and save 25 behind him to get the correct results.

65 square x 6 = (6 +1) = 25 ... 42 25

To mengkuadratkan 65, ambilah number first, yaitu6, and multiply the number with itself, after adding 1, namely, 7.
Write to the above results and save 25 behind him to get the correct results.

3. Difference between two square. When the two square diselisihkan, then how ajaibnya is the second number is added, multiplied by the second number is reduced. Eg you want to know the square of 25 - 24 square way ajaibnya is then:

25 square - square 24 = (25 +24) x (25-24)
= 49 x 1
= 49

4. Count to five. Divide or multiply the number by using the 5 can be made easier and faster if you recognize that the 5 memliki relationship with the number 10. If we want to multiply 46828 x 5 way ajaibnya all share is the number 2, and put behind him the numbers from 0 when the end of the 5 is multiplied by the number of the whole.
4 6 8 2 8 x 5 = ...
4:2 6:2 8:2 2:2 8:2 = 2 3 4 1 4 0
2 3 4 1 4
If we want to multiply 86849 x 5 way ajaibnya all share is the number 2, and put behind him when angka5 end multiplied by the number 5 is odd number.

8 6 8 4 9 x 5 = ...
8:2 6:2 8:2 4:2 9:2 = 4 3 4 2 4 5
4 3 4 2 4 remainder 1

5. Multiplying with the number 25. Multiplying a number with 25 can be made with how to share it with the number 4, when the right to stay out zero plus zero behind. Misala 28 x 25 then the result is 28 divided by 4 is 7, so 28 x 25 = 700. Another example 32 x 25 is 32 divided by 4 it results 8, so 32 x 25 is 800. When multiplied by the number 25 is divided by 4 remainder 1, then the results pembagiannya be 25, when the remaining 2 were given 50, when the remaining 75 were given 3. For example if the 33 x 25, 825 the results, because 33 divided by 4 is 8 remainder 1, so 32 x 25 = 825.
Read More...

Video Gallery

Download

.